songclips

Sabtu, 30 November 2013

makalah akord pembalikan

17. Pembalikan Akord (1)

Sejauh ini, Anda sudah memelajari triad dan nada bas. Triad terdiri dari tiga nada yang masing-masing dibentuk oleh dua interval ketiga. Ketika nada bas sebagai nada terendah Anda tambahkan pada triad, nada ini memperluasnya menjadi empat nada harmonik. Nada bas sama dengan nada dasar dari suatu akord empat nada atau lebih.
Akan tetapi, akord yang sama yang Anda pakai berkali-kali mengakibatkan nada basnya sama juga. Pemakaian akord dan nada bas yang sama berkali-kali akan membosankan pemusik dan pendengarnya, seperti contoh berikut:
Burung kakatua rock
Bagian awal dari suatu versi rock 'n roll Burung Kakatua yang terdiri dari empat birama memakai hanya satu akord: C. Untuk ritme rock 'n roll, pengulangan akord macam ini normal. Musik rock yang mengandalkan ritme yang kuat dan teratur memang membutuhkan perulangan akord; kalau akordnya berganti setiap ketukan, kekuatannya sebagai rock terganggu dan berkurang atau malah hilang. Jadi, perulangan akord tadi tidak menimbulkan masalah dalam musik rock 'n roll.
Yang menimbulkan masalah adalah jalur basnya. Nada bas potongan nyanyian anak-anak tadi (C atau do) tidak salah; ia adalah nada paling rendah dari akord C. Masalahnya, jalur bas ini monoton karena mengulangi not yang sama selama empat birama sebanyak enam belas kali. Iringan bas yang monoton seperti ini jelas menjemukan pendengar, tidak menghidupkan gerak energik ritme rock.
Demi mencegah monotoni atau hilangnya tenaga ritme rock, jalur bas potongan nyanyian tadi perlu dihidupkan. Caranya? Melalui variasi mengikuti aturan variasi jalur bas rock 'n roll. Salah satu variasi jalur bas rock demikian:
Burung kakatua rock1
Naik-turunnya nada bas sesuai aturan musik rock 'n roll sekarang menghidupkan jalur bas potongan Burung Kakatua. Variasi nada bas ini mencegah monotoni, kejemuan, gerak bas yang hanya mengandalkan satu nada saja.
Variasi tadi sekaligus menunjukkan apa yang dalam ilmu musik Barat diistilahkan pembalikan.Dalam contoh kedua, pembalikan ini kentara pada not C, E, dan G (do, mi, dan sol); not-not lain (A dan Bb atau la dan sa) adalah variasi. Pembalikan menghasilkan variasi nada bas yang kemudian mengurangi atau mencegah monotoni jalur bas.
Meskipun variasi menghidupkan jalur bas nyanyian rock 'n roll, ilmu harmoni Barat mengatakan susunan akord dengan nada dasar sebagai nada bas adalah susunan yang normal. Susunan ini menghasilkan susunan akord yang berbunyi mantap karena bulat dan tenang.
Tiga Macam Pembalikan
Ada tiga cara pembalikan nada bas. Pertama, dengan memakai nada ketiga di atas nada pertama. Kedua, dengan memakai nada kelima di atas nada pertama. Ketiga, dengan memakai nada ketujuh di atas nada kelima. Untuk kemudahan pemahaman, akord-akord yang dipakai sebagai contoh penjelasan ketiga macam pembalikan ini berdasarkan tangganada diatonik mayor C.
Contoh-contoh penjelasan tentang nada ketiga, kelima dan ketujuh sebagai nada bas tidak saja melibatkan akord tonika. Ia melibatkan juga akord-akord jenis lain dalam suatu tangganada. Untuk mudahnya, berbagai contoh yang akan dijelaskan melibatkan akord-akord dalam tangganada diatonik mayor C.
Nada ketiga menjadi nada bas
Triad tonika
Nada ketiga dari triad C (do-mi-sol atau 1-3-5) adalah mi (3). Akord C yang dibentuk berdasarkan not do sebagai nadanya yang terendah dan sekaligus nada basnya disebut akord tonika. Dengan mi sebagai nada terendah atau nada bas yang baru, urutan nada akord ini menjadi mi-sol-do atau 3-5-1 dengan nada terakhir sebagai nada tertinggi. Kalau Anda menghitung jarak nada antara mi dan do, Anda menemukan interval keenam: mi-fa-sol-la-si-do (3-4-5-6-7-1). Karena jarak nada enam ini, akord yang memakai nada ketiga sebagai nada basnya disebut akord sekst (keenam). Akord ini masih suatu akord mayor.Tanda resmi akord ini adalah I6.
Berbeda dengan akord tonika yang nada basnya bulat dan tenang, nada ketiga sebagai nada bas akord sekst menghasilkan bunyi musikal yang tajam, kurang tenang, kurang bulat, kurang berwibawa dibanding nada bas akord tonika. Nada bas mi, karena itu, dipakai sebagai suatu variasi sesudah akord tonika. Ia biasanya dipakai sesudah suatu potongan melodi mencapai suatu puncak. Tapi nada mi tidak dipakai di akhir suatu kalimat melodik, seperti suatu kadens biasa.
Contoh:
Kudengar berkatMu
Bagian awal melodi lagu gereja ini membentuk suatu kadens setengah. Melodi mulai dengan akord tonika (C) dan berakhir untuk sementara melalui suatu progresi akord dengan akord dominan (G). Puncak frasa melodik ini terdapat pada not sol (G) birama pertama. Akord C yang dipakai adalah pembalikan pertama - mi-sol-do-mi - dari akord C di depannya. Nada mi sebagai nada bas akord ini ditandai huruf E sesudah garis miring. Dalam bahasa musik tentang pembalikan akord, penulisan akord tadi yang dibalikkan bersama basnya diistilahkan C on E atau C slash E. Pemakaian akord C/E di depan Dm pun bagus; nada E turun secara bertangga ke nada bas D (re) dari akord Dm lalu bergerak naik ke nada bas dari C/G. Dalam birama kedua, akord tonika mengalami pembalikan kedua sehingga nada basnya menjadi sol (G) dengan urutan sol-do-mi (5-1-3). Akord C/G sangat efektif sebagai pendahulu akord dominan yang nada basnya adalah G (sol); dalam birama tadi, akord C/G mendahului G sebagai akord dominan.
Triad dominan
Triad dominan pada posisi asli adalah G-B-D (5-7-2 dengan nada terakhir sebagai not tertinggi). Nada basnya adalah G. Pembalikan pertama triadi ini mengakibatkan nada ketiga (B) dihitung dari nada pertama (G) menjadi nada bas yang baru: B-D-G (7-2-5 dengan nada pertama sebagai nada terendah). Meskipun nada ketiga sekarang menjadi nada bas, urutan triad yang dibentuk masih tergolong triad mayor.
Apa sifat dan peranan nada bas dari pembalikan pertama nada bas? Nada B sebagai nada bas bersifat lebih tajam dari nada G, tidak tenang, dan, karena itu, ingin menjadi tonika. Di samping itu, nada B berperan sebagai variasi sesudah triad dominan asli. Akan tetapi, nada B tidak boleh Anda pakai di akhir baris melodik dalam kadens setengah.
SALAH
Tanase
Potongan melodik dari suatu lagu rakyat Ambon ini menunjukkan suatu kadens setengah sebanyak empat birama. Kadens diawali akord tonika (C) dan variasi bas hasil pembalikan pertama akord C (C/E). Birama ketiga dan keempat memakai akord dominan (G) dan variasi basnya (G/B). Karena kadens setengah ini berakhir dengan akord dominan (G) sementara seluruh lagu belum berakhir, akord G/B pada ketukan ketiga dan keempat birama terakhir dilarang. Akord terakhir haruslah akord dasar, yaitu, G, seperti berikut:
BETUL
Tanase1
Triad subdominan
Kalau triad dasar subdominan (F-A-C atau 4-6-1 dengan nada terakhir sebagai nada tertinggi) Anda balikkan pertama kali, Anda memakai nada ketiganya (A) sebagai nada bas urutan triad yang baru. Urutan yang baru menjadi A-C-F atau 6-1-4 dengan nada pertama sebagai nada terendah. Sebagaimana halnya dengan triad tonika dan dominan, triad subdominan ini tergolong pada triad mayor.
Apa sifat dan peranan pembalikan pertama triad subdominan? Bunyi triadnya tajam dan menonjol; selain itu, triad hasil pembalikan pertama ini tidak tenang, ingin menjadi tonika. Meskipun demikian, kecenderungannya ke tonika tidak sekuat kecenderungan triad subdominan dasar. Selain itu, triad subdominan hasil pembalikan pertama ini berperan sebagai variasi sesudah subdominan dasar untuk membentuk jalur melodi bas.
Nyiur Hijau
Potongan melodik dari suatu lagu perjuangan yang indah gubahan Maladi, Indonesia, ini diawali rangkaian akord C, balikannya yang pertama (C/E), dan G. Variasi bas C dan C/E Anda amati pada birama kedua, keempat, dan keenam. Variasi petikan bas untuk akord subdominan dan balikannya yang pertama Anda amati pada birama ketiga dan keenam. Variasi ini bersama variasi bas untuk akord tonika dan bas dominan (G) mengurangi monotoni iringan bas lagu yang indah ini.

makalah tentang sistem pendidikan Indonesia



2.1  PENGERTIAN SISTEM
2.1.1. DEFINISI SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma)  adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.
Syarat-syarat sistem :
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
3. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.

2.1.2 PENGERTIANPENDIDIKAN
Pendidikan merupakan usaha yang sengaja secara sadar dan terencana untuk membantu meningkatkan perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang individu dan sebagai warga negara/masyarakat, dengan memilih isi (materi), strategi kegiatan, dan teknik penilaian yang sesuai. Dilihat dari sudut perkembangan yang dialami oleh anak, maka usaha yang sengaja dan terencana tersebut ditujukan untuk membantu anak dalam menghadapi dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan yang dialaminya dalam setiap periode perkembangan. Dengan kata lain, pendidikan dipandang mempunyai peranan yang besar dalam mencapai keberhasilan dalam perkembangan anak.
Branata (1988) mengungkapkan bahwa Pendidikan ialah usaha yang sengaja diadakan, baik langsung maupun secara tidak langsung, untuk membantu anak dalam perkembangannya mencapai kedewasaan. Pendapat diatas seajalan dengan pendapat Purwanto (1987 :11) yang menyatakan bahwa Pendidikan adalah pimpinan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa kepada anak-anak, dalam pertumbuhannya (jasmani dan rohani) agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat.


2.2  SISTEM  PENDIDIKAN NASIONAL
A.  Jalur Pendidikan Nasional
BERBICARA tentang sistem pendidikan nasional , kita berfikir apakah sistem pendidikan tersebut kajian analisis antara harapan atau kenyataan dalam pembangunan nasional  , sebab banyak kita lihat kejanggalan dalam sistem tersebut . sebelum mebahas lebih lanjut , kita akan membahas terlebih dahulu tentang pelaksanaan pendidikan dan jalur-jalurnya .
Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dari Segi   Jalur Pendidikan
Jalur pendidikan terdiri atas:
1. pendidikan formal

Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.
Pendidikan dasar berbentuk:

  1. Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat;   serta
  2. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

2. Nonformal

Pendidikan Nonformal
Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
Pendidikan nonformal meliputi:
1. pendidikan kecakapan hidup,
2. pendidikan anak usia dini,
3. pendidikan kepemudaan,
4. pendidikan pemberdayaan perempuan,
5. pendidikan keaksaraan,
6. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja,
7. pendidikan kesetaraan, serta
8. pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
Satuan pendidikan nonformal terdiri atas:
1. lembaga kursus,
2. lembaga pelatihan,
3. kelompok belajar,
4. pusat kegiatan belajar masyarakat, dan
5. majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.
Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.


3. informal.

Pendidikan Informal
Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

.: Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk:
1. Taman Kanak-kanak (TK),
2. Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk:
1. Kelompok Bermain (KB),
2. Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

            Dalam Ketiga Jalur Pendidikan diatas memang benar , bahwa pendidikan nasional di Indonesia Meliputi atas 3 jalur tersebut , yang pertama dasar , formal ,dan Informal , Tetapi jika kita tinjau kembali pada pokok permasalah yang pertama tentang Jalur Pendidikan dasar “ di sana dikatakan :
“. Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.”
Dari pernyataan tersebut sudah dikatan dari awal pelaksanaan pendidikan tetapi masih saja penyataan itu sebagian tak realisasikan secara merata, terkadang sebagian Sekolah dasar ada juga memungut biaya operasional dan lain-lain . Memang jika berbicara tentang sistem Pendidikan banyak hal yang harus di perhatikan .



B.  (KURIKULUM) PERANAN GURU
Dalam proses di dunia pendidikan kurikulum merupakan unsur penting dalam setiap bentuk dan model pendidikan yang mana pun. Tanpa adanya kurikulum, sulit rasanya perencana pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang diselenggarakannya. Mengingat pentingnya peran kurikulum, maka kurikulum perlu dipahami dengan baik oleh semua pelaksana kurikulum.Pada kenyataannya, sementara pihak memang ada yang memahami kurikulum itu hanya dalam arti kata yang sempit, yaitu kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai suatu tingkatan tertentu. Jika demikian adanya, maka dinamika PBM serta kreativitas guru dan murid akan terhenti. Guru dan murid hanya terhenti pada sasaran materi yang dicanangkan pada buku kurikulum itu saja tanpa memperhatikan aspek lain yang telah berkembang begitu cepat di masyarakat. Di lain pihak memang ada yang memandang kurikulum dalam arti luas, yaitu kurikulum yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan.
Nah dalam hal tersebut jelas kurikulum terbagi menjadi 4 fungsi dalam pelaksanaan pendidikan nasional yang pertama kurikulum sebagai produk , sebagai program , sebagai hasil belajar dan kurikulum sebagai pengalaman bagi siswa untuk belajar . Kurikulum sekolah kita dalam arti produk masih mengandung banyak kerancuan. Sekolah-sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA serta SMK memiliki kurikulum yang amat sarat dengan mata pelajaran. Dampak nyata yang terlihat ialah daya serap peserta didik tidak optimal dan mereka cenderung belajar tentang banyak hal, tetapi dangkal.
            Seiring berjalan nya zaman , sejak tahun 1947 sampai sekarang Kurikulum selalu mengalami perubahan , baik dari tujuan dan cara penerapan nya . Bergantinya kurikuLum sebenarnya berdampak nyata pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, terkadang  kurikulum dapat menyebabkan siswa merasa terbebani untuk dapat mencapai tujuan dari kurikulum terebut , sebaiknya kurikulum itu di ciptakan sesuai dengan apa yang di harapkan siswa tetapi disana juga dapat batasan batasan yang mengatur yang tidak melenceng dari ideology Indonesia .  agar proses pembeljaran dapat berlangsung secara baik dan siswa pun dapat lebih bersemangat untuk terus mencari ilmu di sekolah , semua hal tersebut perlu di bantu oleh peranan guru  yang relevan . Masalah berikutnya yang berkaitan dengan aspek kurikulum dalam arti proses belajar dan pengalaman belajar memiliki kaitan yang erat dengan perilaku guru di depan kelas dalam konteks belajar mengajar. Kurikulum dalam arti produk hanya seperti blueprint bagi suatu proses membangun sebuah gedung yang monumental. Bagaimanapun bagusnya blueprint yang telah disiapkan seorang arsitektur, blueprint tersebut akan tidak bermakna tanpa adanya pelaksana yang kompeten dalam bidang bangunan di lokasi gedung itu akan didirikan. Analog ini, kurikulum masih memerlukan intervensi dan kearifan seorang guru yang akan mengajarkannya di depan kelas.
C. SISWA ( Masih Berlangsungkah Wajib Belajar 9 Tahun saat ini ?? )
wajib belajar sembilan tahun telah menjadi agenda nasional yang amat penting, hal ini memang memiliki alasan dan legitimasi yang amat strategik. Suyanto (2000) menyatakan bahwa “angkatan kerja kita saat ini sebagian besar, kurang lebih 76 %, hanya memiliki pendidikan tidak lebih dari sekolah dasar.” Kondisi seperti ini cukup mencemaskan jika harus bersaing secara global dalam berbagai aspek kehidupan.
Pendekatan melalui jalur pendidikan sekolah saja belum tentu menjamin keberhasilan wajib belajar sembilan tahun. Mengapa demikian ? Karena wajib belajar tidak semata-mata berurusan dengan pembebasan SPP untuk para pelajar sampai dengan tingkat SMP. Namun jauh lebih rumit sebab berurusan dengan faktor-faktor lainnya seperti arti ekonomi anak bagi orang tua terhadap pendidikan, aspirasi pendidikan masyarakat, budaya masyarakat, dan sebagainya.Masalah berikutnya adalah masalah yang merupakan dampak negative dari perkembangan ilmu dan teknologi terhadap anak-anak pada era globalisasi ini. Perubahan teknologi yang sangat cepat dan disertai adanya semangat globalisasi akan membawa perubahan cara hidup masyarakat. Dalam perubahan itu anak-anak tidak sedikit yang menderita. Oleh karena itu, persoalan yang dihadapi oleh anak-anak
Indonesia menjadi semakin beragam
. Anak-nak Indonesia akan mengalami krisis idola nasional sebagai akibat begitu meledaknya teknologi komunikasi lewat TV yang bersifat global. Lebih parahnya lagi lahan tempat bermain anak-anak menjadi semakin sempit, bahkan di kota-kota besar anak-anak memang telah mengalami kesulitan untuk mencari tanah lapang yang dapat digunakan untuk bermain. Masalah lainnya yang berkaitan dengan siswa adalah masalah siswa yang memiliki kemampuan luarbiasa. Dalam UUSPN anak-anak yang memiliki bakat istimewa, yaitu mereka yang super pintar memang memperoleh jaminan untuk bisa diperlakukan atau dididik secara khusus. Pasal 8 ayat (2) dari UUSPN menyatakan bahwa “Warga Negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luarbiasa berhak memperoleh perhatian khusus.” Namun demikian, pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal (2) tersebut masih harus ditetapkan dengan keputusan menteri. Inilah yang perlu segera diperhatikan oleh Departemen Pendidikan Nasional, agar system pendidikan kita segera bisa memberikan perlakuan khusus terhadap anak-anak yang memiliki kecerdasan luar biasa.

2.3 PROGRAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN RELEVANSI
Pemerataan kesempatan pendidikan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek status sosial ekonomi masyrakat. Program ini mencakup sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang difokuskan untuk menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun. Program ini dilakukan melalui :a. Program Percepatan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 tahun.b. Pembangunan, pemeliharaan, dan rehabilitsi sarana dan prasarana pendidikan dilakukan untuk memperpanjang kegunaannya dengan melibatkan peran serta masyarakat.c. Membantu pembiayaan pendidikan dalam bentuk beasiswa dengan basis terpadu antar sekolah dan masyarakat serta mendorong masyarakat untuk turut serta di dalamnya.d. Peningkatan peran pembinaan dan pengembangan pendidikan anakusia dini.e. Peningkatan jangkauan dan kualitas kejar Paket A, B, dan C.f. Pemanfaatan program PKPS-BBM melalui kegiatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi SD, MI, SMP, MTs, dan Salafiyah serta kegiatan Bantuan Khusus Murid (BKM) bagi siswa SMA, SMK, dan MA
Program ini meliputi program-program berikut ini :a. Peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan lainnya, baik melalui penataran, pendidikan dan latihan, seminar, loka karya, pendidikan formal, pemberian jaminan kesejahteraan dan jenjang karier.b. Penerapan Kurikulum 2004 secara bertahap di berbagai jenjang pendidikan.c. Pembentukan kurikulum muatan lokal.d. Pengadaan alat dan media pembelajaran yang menunjang terciptanya pembelajaran yang menyenangkan.e. Pemberdayaan MGMP dan MKKS.f. Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum di Tingkat Kabupaten Penyelenggaraan lomba-lomba akdemik : Olimpiade Sains, LKS, Uji Kompetensi, Lomba Siswa Berprestasi, Lomba Guru Berprestasi, Lomba Wawasan Wiyata Mandalah. Penciptaan Sekolah Berstandard Nasional dan Internasionali. Akreditasi Sekolahj. Penataan Program Keahlian SMKk. Reengineering SMKl. SMK Kecil 3. Efisiensi dan Efektivitas Manajemen PendidikanEfisiensi dan efektivitas manajemen pendidikan meliputi :a. Pembentukan school mapping.b. Penataan dan penciptaan Sistem Informasi Manajemenc. Pembentukan Jaring Inovasi Pendidikan di Tingkat Kabupatend. Pemberdayaan Komite Sekolah dan Dewan Pendidikane. Penciptaan Sekolah-sekolah Hijau (green school)

fungsi musik klasik



1.1    Pengertian Musik Klasik

1.1.1        Pengertian Musik Klasik
Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengarah pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.
·         Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16. Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktik-praktik seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum yang sering didengar pada musik non-Eropa (bandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) maupun musik populer.

·         Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok dan Mesir ada musik yang mempunyai bentuk tertentu. Dengan mendapat pengaruh dari Mesir dan Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja.
·         Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat, karena adanya pemain-pemain musik yang mengembara serta menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh berkembang, dan musik instrumental maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik, misalnya biola dan cello. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Jerman, Prancis, Italia, dan Rusia. Dalam abad ke 19, rasa kebangsaan mulai bangun dan berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada permulaannya sama-sama bergaya Romantik. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan musik Impresionistis yang segera diganti dengan musik Ekspresionistis.


1.2      Fungsi Musik Klasik
1.2.1        Musik Klasik Mampu Tingkatkan Intelegensia


 Anak Zaman Klasik atau Periode Klasik dalam sejarah musik Barat berlangsung selama sebagian besar abad ke-18 sampai dengan awal abad ke-19. Walaupun istilah musik klasik biasanya digunakan untuk menyebut semua jenis musik dalam tradisi ini, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut musik dari zaman tertentu ini dalam tradisi tersebut. Zaman ini biasanya diberi batas antara tahun 1750 dan 1820, namun dengan batasan tersebut terdapat tumpang tindih dengan zaman sebelum dan sesudahnya, sama seperti pada semua batasan zaman musik yang lain. Zaman klasik berada di antara Zaman Barok dan Zaman Romantik. Beberapa komponis zaman klasik adalah Joseph Haydn Muzio Clementi, Johann Ladislaus Dussek, Andrea Luchesi, Antonio Salieri dan Carl Philipp Emanuel Bach, walaupun mungkin komponis yang paling terkenal dari zaman ini adalah Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven.


1.2.2        Musik Klasik Mozart Berpengaruh Pada Tumbuh Kembang Sang Janin

Berikut Artikelnya:Musik terbukti tidak cuma materi hiburan yang memanjakan telinga. Alunan suara yang berirama ini bisa dimanfaatkan untuk merangsang janin agar kelak menjadi anak cerdas dan kreatif. Bahkan musik bisa dipakai untuk menyembuhkan orang yang sakit. Hal itu diungkapkan dr. Radix Hadriyanto Sp.A, spesialis anak RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya pada saat seminar ”Optimalisasi Tumbuh Kembang Bayi dan Anak”. Menurut dr. Radix, jika ingin mempunyai anak yang cerdas, hendaknya orang tua mengoptimalisasi anak sejak dini. ”Semua orang tua pasti menginginkan anak yang berotak cerdas dan lincah.

Namun mereka belum banyak mengetahui bagaimana cara merawat anak agar kelak menjadi kebanggaan orang tua,” tukasnya. Dua hal penting yang sangat dianjurkan oleh dr. Radix agar orang tua mempunyai anak yang cerdas, merawat dengan benar dan memberinya musik klasik yaitu Mozart. Dikatakan bahwa alunan musik klasik karya Wolfgang Amadeus Mozart efektif merangsang otak bayi. Jenis musik Mozart ini menurutnya dapat merangsang perkembangan sel-sel otak pada janin. Rangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun. Cara yang dilakukannya pun tidak sembarangan. Menurutnya ada aturan-aturan khusus, termasuk durasi waktu yang digunakan Diantara tata
cara menggunakan music Mozart.

·         Mengunakan headset dan di tempelkan di kedua sisi perut secara simetris pada ibu yang mengandung calon bayinya.
·         Pemutaran musik Wolfgang Amadeus Mozart yang anda pilih jangan merusaknya dengan suara keras.
·         Kecilkan volume lagu agar musik menjadi pelan dan nyaman. Durasi waktu dalam satu kali pemutaran maksimal 1 jam.
·         Lakukan setiap hari 1-2 kali pemutaran diwaktu senggang anda.


Kehebatan musik Mozart ini membuat dr. Radik memujinya, ”Dia memang sangat luar biasa, tak ada yang bisa mengungguli kehebatan karya Mozart ini, terutama 10 judul musiknya,” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, berbagai area di otak secara tak terduga ternyata terlibat ketika kita melakukan interpretasi, mendengarkan, atau memainkan musik. Area inilah yang berperan pada proses berpikir secara analitis. Musik mempengaruhi otak dan keadaan emosi dan suasana hati seseorang. Intelegensia manusia berkaitan erat dengan fungsi-fungsi fisiologis dari otak. Penelitian neurologis yang dilakukan memang membuktikan bahwa terjadi peningkatan aktivitas bagian frontal otak kanan dan bagian temporo-parietal otak kiri pada manusia yang mendengarkan musik Mozart. Selain memberikan stimulasi alunan musik karya Mozart, dr. Radix juga mengingatkan agar para ibu yang sedang hamil untuk tidak melupakan konsumsi makanan empat sehat dan lima sempurna. ”Bukan berarti dengan mendengarkan musik saja dapat cerdas, namun juga harus didukung oleh faktor makanan yang mempunyai gizi cukup untuk ibu dan bayinya,” tuturnya. Menurut dr. Radix, janin yang berada dalam kandungan juga sangat membutuhkan subsidi makanan yang bergizi. Protein dan karbohidrat serta berbagai macam vitamin sangat bagus untuk janin. ”Susu yang mengandung DHA, sangat tepat jika dikonsumsikan pada ibu yang sedang hamil,” ujarnya. Asupan makanan bergizi yang dibutuhkan oleh bayi terdapat pada makanan yang tergolong pada ikan laut seperti ikan tongkol, tengiri dan salmon merupakan ikan dengan subsidi Omega 3 yang dapat mengembangkan syaraf otak anak. Sehingga dengan adanya kombinasi dari musik klasik Mozart, makanan dan minuman yang mempunyai gizi cukup diharapkan tumbuh kembang sang janin dapat sempurna dan ketika lahir kelak menjadi dambaan setiap orang tua.


1.2.3        Fungsi Musik Klasik Bisa Seimbangkan Fungsi Otak Kiri-kanan

Berikut Artikelnya:Pimpinan International Brain Academy (IBA) Indonesia, Jong Ren Young mengatakan, memainkan musik klasik dapat membantu menyeimbangkan fungsi antara otak kiri dan kanan. "Secara umum, orang Asia dilahirkan secara genetik dengan fungsi otak kanan lebih dominan," katanya di sela pergelaran "Asia IBA Concert Tour 2009-2010" di IBA Semarang, Senin malam. Padahal, kata dia, penggunaan otak kanan saja tanpa memperhatikan otak kiri tidak akan cukup, terutama berkaitan dengan cara berpikir logis yang dipengaruhi oleh fungsi otak kiri. Menurut dia, otak kanan berfungsi untuk memberikan fantasi, apresiasi seni, dan sebagainya, sementara otak kiri bertugas dalam pemecahan masalah, sehingga harus digunakan secara seimbang. Ia mengatakan, keadaan tersebut berbeda dengan orang-orang Barat yang memang terlahir secara genetik dengan fungsi otak kiri biasanya lebih dominan dibandingkan dengan otak kanan.
"Hal ini dibuktikan dengan kemunculan nama-nama para ahli di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi yang berasal dari Barat, sedangkan ilmuwan dari Asia hampir tidak dapat ditemui," katanya. Oleh karena itu, kata dia, untuk menyeimbangkan fungsi otak kanan dan kiri dapat dilakukan dengan cara memainkan musik klasik, seperti metode pembelajaran musik yang diajarkan di IBA. "IBA tidak seperti sekolah musik biasanya, namun IBA merupakan sekolah musik yang membantu siswa menggunakan fungsi otak kiri dan kanan secara seimbang lewat permainan musik klasik," katanya.


1.2.4        Fungsi Musik klasik Bermanfaat Untuk Kecerdasaan

 Berikut Artikelnya: Sejak beberapa dekade belakangan ini, kesadaran orang tua untuk memperkenalkan musik pada anak sejak dini semakin tinggi. Terlihat dari menjamurnya sekolah musik ini itu yang membuka kelas musik untuk anak-anak mulai umur balita. Biarpun biaya kursus itu relatif mahal, tapi para orangtua tetap berusaha agar si anak bisa sekolah musik di situ. Kesadaran itu dipicu oleh hasil penelitian bahwa musik, terutama musik klasik ternyata sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Anak-anak yang sejak kecil terbiasa bergaul dan mendengarkan musik akan memiliki kecerdasan emosial dan intelegensia yang lebih berkembang, dibandingkan anak-anak yang yang jarang mendengarkan musik. Dalam hal kedisiplinan juga demikian, biasanya anak yang sering mendengarkan musik akan jauh lebih disiplin daripada yang tidak. “Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak.

 Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.” Tidak bisa dipungkiri bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Sekarang ini saja, siapa sih yang tidak mendengarkan musik? Siapa yang tidak pernah bernyanyi dan bersenandung dalam hidupnya? Umumnya, ketika remaja, setiap orang akan mulai mengarahkan minatnya pada jenis musik yang sesuai dengan jiwanya. Musik yang baik berawal dari musik klasik. Ketika seorang anak menguasai musik klasik dengan baik, kelak dia akan dengan mudah mengembangkan kreativitasnya di jenis musik yang lebih modern


         2.2.5   Fungsi Musik Klasik dalam Dunia Pendidikan dan Kesehatan

Penelitian di Universitas Berlin menemukan bahwa murid yang mendengarkan musik klasik sepuluh menit sebelum ujian dimulai, bisa lancar mengerjakan soal-soal ujian dibandingkan anak murid yang tidak mendengarkan musik klasik. Seorang guru di Osijek, Kroasia memutar musik Mozart sebelum kelas dimulai. Musik itu disalurkan melalui sebuah pengeras suara yang dipasang di setiap kelas. Diyakini, ini akan mencegah kekerasan, membuat anak-anak menjadi tenang dan santai, sehingga situasi kelas lebih mudah terkendali. Musik Mozart juga dipergunakan beberapa rumah sakit di Eropa timur. Lima kali sehari. Metode ini diyakini membuat bayi yang baru dilahirkan lebih sehat dan santai.